Selasa, 28 Juni 2016

Voice Note-an dengan Bukan Mahram?

Assalamu'alaykum Maaf, saya mau minta pendapat Satria mengenai: Seorang perempuan yang ditugaskan utk memberikan tausyiah melalui voice note atau voice recorder, yang terjadi di dalam sebuah Organisasi Dakwah (Anggotanya berisikan Lk dan Pr yg sebagian besar tidak pernah bertemu langsung sebelumnya). Menurut Satria, apakah cara tsb dapat ditolerir? Jika saya menolak, apakah terlalu berlebihan? Terima kasih 😊 Ayu Nanda

Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,

Hukumnya sama saja dengan kita berbicara langsung satu sama lain, dimana tetap ada batasannya, Allah melarang dari segala hal yang MENDEKATI zina, dan salah satunya lewat "VN atau juga VR" dengan yang bukan mahram, apalagi jika tidak penting.

Allah menetapkan beberapa kriteria syar’i pergaulan antara laki-laki dan perempuan untuk menjaga kehormatan, melindungi harga diri dan kesucian hati .. meminimalisir pembicaraan dengan lawan jenis sesuai dengan kebutuhan, tidak memerdukan suara dan tidak merayu lewat lisan dan perkataan ketika bercakap dengan mereka, menundukkan pandangan (QS. An-Nur 30-31), dan kriteria lainnya.

Perkara-perkara ini, menjadi kaidah yg penting untuk kebaikan kita semua. Islam mencegah segala sesuatu dari akarnya, bukan hanya solusi. Berinteraksi lewat VN tau VR ini fitnahnya sama besar, jika di situasi dimana adanya campur baur antara laki-laki dan perempuan, ataupun hanya berduaan. Jangan sampai mencampur adukan yang haq dengan yang batil, walaupun atas nama dakwah. Baiknya dipisahkan.

“Maka janganlah kamu tunduk (melemah lembutkan suara) dalam berbicara sehingga bangkit nafsu orang yang ada penyakit dalam hatinya, dan ucapkanlah perkataan yang baik." (QS.Al Ahzab: 32)

Kita tidak pernah tau apa yang ada di hati orang lain yang mendengarkan, mencegah adalah lebih baik. Tidak pernah bosan saya tulis ini, Islam itu tidak hanya hadir dgn solusi, tapi berusaha mencegah dari akarnya. Aturan dalam pergaulan, sampai sedetail mungkin .. itu solusi buat masalah hati, supaya hati kita lebih terpelihara kesuciannya. Mencegah dari keburukan yang ditimbulkan. Di situlah kekuatan agama suci Allah (Islam), yang mana amat beruntung bagi orang-orang yang memahami keindahan Islam.

Banyak dari kita yang menyepelekan perkara ini, padahal Allah menjanjikan manisnya iman kalau kita mampu 'memahami' bahwa apapun aturan Allah itu adalah untuk kebaikan kita sendiri, kita saja yg masih 'buta' dengan isyarat halusnya .. karena orientasinya pakai nafsu, selalu mencari pembenaran-pembenaran sendiri.

Ayu tidak berlebihan kok, coba sampaikan saja baik-baik.. kalau mau dakwah lewat VN atau VR, lebih baik dipisahkan :)


Related Articles