Senin, 20 Juni 2016

Cara Menghadapi Orang yang Membenci Kita

Assalamualaikum kak... Aku mau tanya, bagaimana cara menghadapi orang yang benci/tidak suka dengan diri kita, dan ia berbicara yg tidak benar ttg kita kak? Padahal dia tidak tau persis bagaimana diri kita ini. Syukron kak^^siti hamidah nur

Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,

Ketika saya dibenci oleh seseorang, saya biasanya berusaha introspeksi diri dulu .. karena tidak mungkin ada yang membenci jika tidak ada penyebabnya. Bukan tugas kita untuk mengatur atur orang lain, agar menyukai kita bukan? dan bukan tugas kita untuk memaksa maksa semua orang untuk selalu berpikir dan berpendapat baik kepada kita.

Tugas kita adalah menjaga dan bertanggung jawab penuh pada apa yang kita lakukan, hanya antara kita dengan Allah. Selanjutnya? jika kita tidak merasa pernah berbuat tidak baik kepada dia ... tanyakan saja baik-baik, tidak didepan orang banyak. Selanjutnya, biarkan itu menjadi urusan dia dengan Allah

Satu lagi, agar jatuhnya tidak berburuk sangka .. Siti mendengarnya langsung dari dia kah? atau dari orang lain? karena hati-hati, kalau baru "kata orang" lalu pada kenyataannya dia tidak berbicara demikian adanya, jatuhnya kita yang sudah berburuk sangka. Mari membiasakan untuk tabayyun .. seperti pesan Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam, agar tidak menimpakan musibah kepada orang lain dengan tuduhan tanpa bukti, dan juga sebaliknya.

Jikapun dia telah menyebarkan hal yang tidak benar, bahkan sebetulnya Siti yang sudah diuntungkan, kok diuntungkan? Tanpa dia sadari, amal baiknya sudah dia 'transfer' .. asalkan kita tidak membalas dengan hal yang sama.

"Maka Barang siapa memaafkan dan berbuat baik maka pahalanya atas (tanggungan) Allah." (QS. Al-Syuura: 40)

Salah satu momen emas dimana do'a kita diijabah Allah, adalah saat kita di dzalimi .. Sayang sekali jika peluang itu digunakan untuk membalas orang yang men-dzhalimi kita > http://muslimpathway.blogspot.com/2016/06/apakah-doa-orang-yang-terdzalimi.html

Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam menjelaskan, bahwa mereka yang salah satunya telah MENUDUH ORANG LAIN TANPA BUKTI, beliau katakan sebagai orang yang BANGKRUT di akhirat nanti, naudzubillahi min dzalik.

"Tahukah kamu siapa orang yang bangkrut? Para sahabat menjawab, “Orang yang bangkrut di antara kami adalah yang ia menjadi tidak punya harta dan benda.”

Nabi Shalallahu 'alaihi wa sallam lalu bersabda, "Sesungguhnya orang yang bangkrut dari umatku ialah orang yang datang pada hari kiamat dengan membawa amalan puasa, shalat dan zakat, tetapi dia pernah mencaci-maki orang lain, MENUDUH ORANG LAIN TANPA BUKTI, ia pernah memakan harta orang lain, membunuh orang ini, memukul (mendzalimi) orang lain, maka dia menanti orang ini (yang di dzalimi) menuntut dan mengambil pahalanya (sebagai tebusan) dan orang itu mengambil pula pahalanya. Bila pahala-pahalanya habis sebelum selesai tuntutan dan ganti tebusan atas dosa-dosanya maka dosa orang-orang yang menuntut itu ditimpakan kepadanya, lalu dia dihempaskan ke dalam api neraka." (HR. Muslim no.6522)

"Dan Kami jadikan sebagian kamu, (sebagai) cobaan bagi yang lain. Sanggupkah kamu bersabar?. Dan Rabb-mu Maha Melihat." (QS. 25: 2)

#Remind me first and for you second. Wallahu a'lam bisshawab.


Related Articles