Sabtu, 18 Juni 2016

Solusi Meningkatkan Kualitas Pendidikan Indonesia

menurut kak satria.. solusi jitu dari masalah rendahnya kualitas pendidikan di indonesia apa Al Faatihah

Solusinya? Tergantung dari pemerintah yang memegang kendali sistem pendidikan.
Sebelumnya saya ingin sekedar mengungkapkan keprihatinan atas kebijakan pemerintah yang dengan mudah merombak kurikulum, lalu menambah materi yang harus dikuasai tanpa ingin melihat efek yang ditimbulkan.
Sebenarnya sekolah itu tempat untuk mendapatkan ilmu, bukan? tapi yang saya rasakan, semakin kesini melihat dan mendengar banyak orang yang menganggap kalau sekolah itu tempat " where you only looking for the score". Karena efek dari sistem yang diterapkan tadi.
Memang "Score is just a number", namun efek dari sistem yang diterapkan tersebut menjadikan siswa-siswi hanya mengejar nilai dengan segala cara. Bukan lagi ilmu yang mereka kejar. Sayangnya Pemerintah ga cukup open-minded untuk melihat efek yang ditimbulkan. Mereka hanya berpikir kalau makin banyak materi, maka murid-murid akan semakin pintar, padahal tidak se-simple itu.

Apa kabar dengan para wakil rakyat yang katanya sering study banding ke luar negeri??
Tidakkah pemerintah mau belajar dari negara-negara lain yang bahkan tidak mengenal test ini itu bagi anak-anak didiknya? SDM mereka jauh lebih berbobot, karena mereka lebih fokus kepada kualitas pemahaman akan ilmu, bukan kuantitas. Sedangkan di Indonesia? anak SD kelas 6 saja diberikan banyak test ini dan itu, lalu banyak materi dan tugas yang dibebankan kepada mereka.
Saya punya sepupu kelas 6 SD, lalu saya melihat materi yang mesti seorang anak kecil kuasai bikin ngusap dada. Ini bukan lebay, tapi silakan kalau bisa para petinggi negeri ini lihat sendiri, apa mereka bisa menguasai semua materi tersebut? efeknya apa? banyak anak-anak se-usia mereka kehilangan masa bermain, bahkan kurang tidur karena harus mengejakan tugas dari beberapa mata pelajaran sekaligus yang tidak sedikit. Apa itu bagus untuk perkembangan pola pikir dan psikis generasi penerus bangsa ini?

Saya setuju dengan pendapat dari bang Tere ini :
"Poin dari catatan saya simpel: kalau saya berkuasa penuh di negeri ini, habis anak-anak SD UN, maka akan saya suruh seluruh Bupati, Gubernur, Menteri, anggota DPR, DPRD, bahkan Presiden, semua harus mengerjakan soal UN anak-anak SD ini. Biar kita tahu sama tahu, apa sih yang sedang dihadapi oleh anak-anak kita yang masih kecil-kecil itu, usianya baru 12 tahunan itu di sekolahnya.
Saya mau lihat, saat kita memaksa anak-anak kita dapat nilai minimal 6, apakah kita bisa dapat nilai 6 mengerjakan UN mereka? Atau jangan-jangan nilai kita lebih buruk dibanding mereka. Saya mau menyaksikan, saat kita menuntut ini-itu, standar ini-itu bagi mereka yang masih 12 tahun, jangan-jangan kita bahkan separuhnya tidak mampu memenuhi standar tersebut. Coba saja! Saya mau lihat hasilnya."

Terakhir, saya hanya ingin ada perubahan dari 'mental' para petinggi negeri ini. Semoga bisa amanah dengan tugas sebagai para pemimpin, amanah di bidangnya masing-masing. Karena kalau amanah, in syaa Allah proses nya juga baik.

Related Articles