Senin, 08 Agustus 2016

Manusia Akan Selalu Diuji dalam Hidupnya

assalamualaikum, kak Satria cerita dong tentang nasihat dan motivasi dari Bapaknya πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜† ehee anisanrzzh


Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh, boleh :)

"Allah itu tidak mungkin meletakkan sesuatu yang besar pada sesuatu yang kecil.

Tidak mungkin Allah memberikan "guncangan" ujian yang besar pada seseorang yang masih kondisinya lemah, tanpa sebelumnya seseorang itu sudah di kuatkan terlebih dahulu jiwa nya.

Di dalam spiritualitas itu tidak ada hal hal yang tidak berproses nak, jangan pernah bermimpi bahwa ada seseorang yang menginginkan kenaikan level keimanan yang melonjak naik, tetapi tanpa mau melalui "guncangan guncangan" hebat di dalam hidup nya terlebih dahulu.

Semua sudah sangat pasti proses nya. Seseorang yang akan di naikkan level spiritualitasnya, akan di diberikan "guncangan" sesuai dengan tingkat keimanannya. Lalu perlahan dia akan menuju satu titik keseimbangan yang baru.

Setelah itu, dia akan kembali di beri "guncangan" yang lebih besar untuk kemudian terus menerus menuju pada titik titik keseimbangan yang baru, yang lebih baik.

Prosesnya akan terus menerus seperti itu nak.. Jika seseorang tersebut lantas memutuskan untuk tidak mau bertahan dengan "guncangannya", tentunya dia pun akan terus menerus berada di level yang itu itu saja, pemahaman tentang hidup yang sebegitu begitu saja, kualitas kesabaran yang sebegitu begitu saja, sudut pandang yang itu itu saja, kualitas diri yang pun juga tetap sebegitu begitu saja dan kualitas hidup nya pun kemudian hanya akan sebegitu begitu saja, tanpa ada perubahan positif di dalam nya.

Nak, sadari bahwa Allah itu sangat lah adil. Allah akan "enggan" memberikan rahmat kepada jiwa jiwa yang "merugi", jiwa yang "cengeng", jiwa yang tidak ingin menerima "guncangan" besar, tetapi menginginkan kenaikan level spiritual yang tinggi. Itu menentang sunatullah nak, dan hal itu tidak akan pernah terjadi.

Maka, terima dan "maknai" semua "guncangan" yang di hadirkan Allah kepada masing masing diri kita, syukuri karena itu adalah sarana kita untuk dapat terus menaikkan level keimanan kita. Melalui proses itulah Allah akan melihat, pantaskah kita masuk kedalam golongan orang-orang yang DIA ridhai untuk masuk kedalam surga-Nya?

Lalu kenapa ada orang yang selalu diberikan kemudahan dan kenikmatan didalam hidupnya, padahal dia 'tidak beriman'?

Jawabannya, itulah kasih sayang Allah.. Dia memberikan 1 kenikmatan saja untuk seluruh alam raya ini, bagi siapa saja yang Dia kehendaki. Termasuk orang-orang yang tidak beriman, mereka diberikan balasan atas kebaikannya selama didunia dengan kenikmatan hidup didunia, tapi tidak untuk akhiratnya nak..

Kenikmatan yang tidak pernah terlihat oleh mata, tidak pernah terdengar oleh telinga dan tidak pernah terbayang dalam akal kita, akan diberikan kepada hamba-hambaNya yang sudah Dia tempa dan uji di dunia ini. Kita pilih yang mana? menyerah dan berserah itu beda nak.. jadilah seorang muslim yang cerdas, bukan tentang teori dan argumen.. tetapi cerdas dalam memaknai dan menjalani hidup." #Bapak


Related Articles