Senin, 08 Agustus 2016

Ketika Orang yang Aku Cintai Meninggalkanku Selamanya...

Pertanyaan

Assalamu'alaikum, kak ada pertanyaan titipan dari temen: aku baru saja kehilangan kakak. Awalnya sulit sekali untuk ku apalagi keluarga besar untuk ikhlas merelakan, karena kakak tdk sakit dulu & kembali kepangkuan Allah begitu cepat. Apa ya yg harus aku lakuin buat bener" ikhlas rela & sabar? 


Jawaban:

Wa'alaikumussalam, Innalillahi wa innailaihi roji'uun. Memang hal yang paling sulit adalah ikhlas, kalau sedih itu sangat manusiawi. Seorang Rasul Allah, Nabi Muhammad Shalallahu 'alaihi wassalam pun mengalami yang namanya ditinggalkan satu per satu orang-orang yang sangat dicintainya.

Salah satunya ketika ditinggalkan anak laki-laki yang sangat beliau sayangi, Ibrahim yang masih kecil: Anas bin Malik berkata: "Rasulullah masuk menemui Ibrahim yang dalam keadaan sakaratul maut bergerak-gerak untuk keluar ruhnya. Maka kedua mata Nabi shalallahu 'alaihi wa sallampun mengalirkan air mata. Abdurrahman bin 'Auf berkata, "Engkau juga menangis wahai Rasulullah?". Maka Nabi berkata, "Wahai Abdurrahman bin 'Auf, air mata ini adalah rahmah (kasih sayang)". Kemudian Nabi kembali mengalirkan air mata dan berkata, "Sungguh mata menangis dan hati bersedih, akan tetapi tidak kita ucapkan kecuali yang diridhai oleh Allah, dan sungguh kami sangat bersedih berpisah denganmu wahai Ibrahim." (HR Al-Bukhari no 1303)

Saya pun pernah kehilangan orang-orang yang saya sayangi, nenek saya, saudara saya. Lalu melihat seorang sahabat yang sudah saya anggap seperti saudara kandung sendiri. Dia meninggal dihadapan saya, bertepatan dengan adzan subuh yang berkumandang, menyesakkan dada rasanya. Hanya mampu melafadzkan kalimat istirja, dan sempat 'enggan' berbicara dalam beberapa hari, bukan tidak ikhlas .. tetapi karena masih berduka dan rindu :')

Yang membesarkan hati saya adalah ucapan orang tua saya sendiri, "Yang pasti TERBAIK itu adalah keinginan Allah nak, dan yang tidak pasti itu adalah keinginan kita. Jadi jika diri mu sudah yakin bahwa keinginan Allah itu adalah pasti terbaik , maka bertanyalah kepada diri mu sendiri, sudahkah kamu ridha atas segala ketetapan Allah? Nak, tugasmu selanjutnya membesarkan hati orang tuanya. Keduanya kehilangan anak satu-satunya, bukankah kamu sudah beliau anggap anaknya juga ? jangan sampai mereka 'kehilangan' dirimu juga dengan diam mu.

"...bahkan apa yang ada dilangit dan dibumi adalah kepunyaan Allah ; semua tunduk kepadaNYA." (QS 2:116)

Jika Al Qur'an itu benar-benar kamu yakini kebenarannya, maka santun lah pada apa yang Pemilik nya inginkan, lepaskan nak, ikhlaskan ..dengan hati mu yang ridha. "

Sekarang tugas kita yang masih hidup di dunia untuk melanjutkan perjuangan untuk diri kita sendiri agar mendapatkan ridha Allah menggapai surga-Nya.

Tolong sampaikan ... in syaa Allah kakaknya sudah mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya, dan semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran, aamiin :)


Related Articles