Kamis, 04 Agustus 2016

73 Golongan dalam Islam?

Pertanyaan
Dari: adinda laila putri

Assalamu'alaikum. Satria, aku dapet ini dari teman aku "di akhir zaman, akan ada 73 golongan islam. Dan hanya ada satu yang masuk surga" that's true? Maaf nanya gini, soalnya takut kalau salah serap aku malah ikut yg engga-engga.. Karna setau aku, islam ya islam ._. 


Jawaban:

Wa'alaikumussalam, 

Haditsnya dari Auf bin Malik, dia berkata bahwa Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Yahudi telah berpecah menjadi 71 golongan, satu golongan di surga dan 70 golongan di neraka. Dan Nashara telah berpecah belah menjadi 72 golongan, 71 golongan di neraka dan satu di surga. Dan demi Allah yang jiwa Muhammad ada dalam tangan-Nya umatku ini pasti akan berpecah belah menjadi 73 golongan, satu golongan di surga dan 72 golongan di neraka." Lalu beliau ditanya: "Wahai Rasulullah siapakah mereka ?" Beliau menjawab: "Al Jama'ah." (HR Sunan Ibnu Majah, Hadits ini hasan. Lihat Silsilatul Ahadits ash-Shahihah (no. 1492).

Semua manusia dilahirkan dalam keadaan fitrah, yaitu bertauhid kepada Allah, sebagai satu-satunya sesembahan atau satu-satunya yg pantas untuk disembah. Dari Nabi Adam a.s hingga nabi terakhir (Nabi Muhammad Shalallahu 'alaihi wassalam) semuanya sama, yaitu menyerukan ajaran Tauhid.

"Katakanlah: 'Kami beriman kepada Allah, dan kepada apa yang diturunkan kepada kami, dan yang diturunkan kepada Ibrahim, Ismail, Ishak, Yakub, dan anak-anaknya, dan apa yang diberikan kepada Musa, 'Isa dan para nabi dari Rabb-mereka. Kami tidak membeda-bedakan seorangpun di antara mereka, dan hanya kepada-Nya-lah kami menyerahkan diri'." – (QS.Ali Imran :84)

Bahwa dari dahulunya eksistensi Allah tidaklah berganti, penyembahan terhadap-Nya juga tidak berubah. Namun untuk setiap umat, Allah menetapkan SYARI’AT yg berbeda2, syari’at disini bisa diartikan: tata-cara penyembahan, aturan2 menjalani kehidupan, mana yang boleh mana yg tidak, dst. 

Dari sebelum Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam diutus, mereka yg telah beriman kepada Nabi yg diutus sebelumnya, masing2 dari merekapun terpecah menjadi beberapa golongan. Dan disebutkan hanya satu golongan dari mereka yang masuk surga, yaitu yg beriman kepada Allah (mengikuti seruan).

"Sesungguhnya, orang-orang Mukmin, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-orang Shabiin, siapa saja di antara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah, hari kemudian dan beramal shaleh, mereka akan menerima pahala dari Rabb-mereka, tidak ada kekuatiran terhadap mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati." – (QS.2 :62)

Ketika Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam diutus, mereka orang-orang yang ittiba’ (mengikuti) ajaran Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan mengikuti Atsar (jejak Salaful Ummah), maka mereka juga disebut Ahlul Hadits, Ahlul Atsar dan Ahlul Ittiba’. Di samping itu, mereka juga dikatakan sebagai ath-Thaa-ifatul Manshuurah (golongan yang mendapatkan per-tolongan Allah), al-Firqatun Naajiyah (golongan yang selamat), Ghurabaa' (orang asing, yang senantiasa memperbaiki (ummat) di tengah-tengah rusaknya akidah), merekalah 1 golongan yang Allah katakan masuk surga.

Makna 'golongan' dalam hadits tersebut bukan yg dikenal dengan NU, Muhammadiyah, HTI. Persis dst, itu hanya ormas Islam. Namun makna golongan tsb yang sudah saya jelaskan diatas. 

Wallahu a'lam


Related Articles