Kamis, 04 Agustus 2016

Lakukanlah Sesuatu dengan Mengharap Ridha Allah

Pertanyaan
Dari: Cutirma

kak setau saya biasa nya banyak cerita pengalaman temen2 itu keinginan nya terkabul ketika mereka dalam hati luruskan niat pake "mencari ridho Allah" nah itu dalam hati sama pikiran cuma berisi "cari ridho Allah!" atau bisa dijabarkan lagi kak? 


Jawaban:
Wa'alaikumussalam, saya jawab dibagian ini saja disatukan dengan pertanyaan sebelumnya ya?

Setiap apapun yang kita lakukan menghendaki kejernihan niat, menghendaki tidak hadirnya syarat apapun dihati, supaya tidak menimbulkan banyak persoalan persoalan hati setelahnya.

Jika bukan karena berharap ridha Allah, biasanya selalu berharap pamrih kepada selain-Nya. Yang akhirnya pun pasti menghadirkan rasa kecewa karena apa yang dilakukannya tidak berbalas atau juga rasa kecewa jika apa yang dilakukannya merasa tidak ditanggapi.

Lalu bagaimana agar niatnya 'lurus' karena Allah? 

Paling utama adalah ikhlas. Salah satu tanda ikhlas adalah berusaha menyembunyikan amalan, "ikhlas adalah rahasia antara Allah dan hamba-Nya, yang tidak diketahui oleh malaikat sehingga mencatatnya, tidak diketahui oleh setan sehingga bisa merusaknya, dan tidak diketahui oleh hawa nafsu sehingga memalingkannya." (Tahdzibu Madarijis-Salikin, 322)

Ikhlas adalah satu amalan yang sangat berat. Fitnah dunia membuat hati kita susah untuk ikhlas. Cobalah kita renungkan setiap amalan kita, sudahkah terbebas dari maksud duniawi? sudahkah semuanya murni ikhlas karena Allah Ta’ala?

Jangan sampai amalan yang kita lakukan siang dan malam menjadi sia-sia tanpa pahala.

Sungguh, ikhlas memang berat. Urusan niat dalam hati bukanlah hal yang mudah. Tidaklah salah jika Sufyan ats Tsauri rahimahullah mengatakan, "Tidaklah aku berusaha untuk membenahi sesuatu yang lebih berat daripada meluruskan niatku, karena niat itu senantiasa berbolak balik."

Dan saya kutip pesan dari bapak 

"Hati hati... dilevel elementary ketika kita berbuat baik dan beribadah, itu memang sudah kewajiban kita, tidak perlu berbangga dengan apa yang kita lakukan, tetapi di level yang lebih advance kita harus sudah memikirkan bagaimana caranya untuk mampu lepas dari pamrih, ingin 'dilihat' orang lain atau sanjungan dari manusia. Perlukah orang lain dan seisi dunia tau ketika kita melakukan amalan? tidak mengapa jika tujuannya mengajak, lain soal ketika tujuannya ingin mendapat pujian ... hilanglah essensi ikhlas kita karena Allah ... dan kita hanya mendapatkan pujian manusia, tidak dengan pahala, sayang bukan? Paling menyedihkan itu jika kita merasa bahwa kita sudah punya tabungan amalan surga, tetapi ketika 'account tabungan' itu diperlihatkan ternyata isinya kosong gara2 tersaput riya' dan pamrih kepada manusia."

Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam saja selalu berdo'a memohon agar dijauhkan dari sifat ini, apalagi kita? banyak-banyak berdo'a untuk diluruskan niat kita hanya untuk-Nya dan hanya karena-Nya ... Lillah.

Selanjutnya, bagaimana agar keinginan kita terkabul? Bahasannya disini --> https://muslimpathway.blogspot.co.id/2016/08/agar-allah-mengabulkan-doa-kita.html


Related Articles