Minggu, 07 Agustus 2016

Ada Apa Dengan Turki?

Pertanyaan
Dari: v k ramadan 

bang ceritain ttg turki dong hehe. kmrn baca artikel isinya pemerintahan skrg berdasarkan quran tp erdogan dipilih lwt pemilu.


Jawaban:
Assalamu'alaikum, Ini kilas balik jatuhnya Turki Utsmani yang berbasis Khilafah di tahun 1924 --> http://muslimpathway.blogspot.com/2016/08/ada-apa-dengan-turki-3-maret-1924.html

Turki modern memang mengambil kebijakan menghapus semua simbol berbau Islam yang menjadi peninggalan imperium Ottoman. Salah satunya Ataturk, mengganti sistem khalifah dengan sistem negara bangsa yang berbasis sekuler. Mencerabut rakyat Turki dari akar sejarah Islamnya yang berjaya selama enam abad, mengucilkan negeri Turki dari lingkungan dunia Islam, menggantikan libur hari Jumat dengan hari Minggu, menggantikan huruf Al Quran berbahasa Arab dengan bahasa Turki, menggantikan tulisan bahasa Arab dengan bahasa Turki dst. 

Tetapi sistem sekuler dengan ideologi Liberal itu tidak mampu menembus infrastruktur sosial rakyat Turki dan tidak dapat pula memusnahkan sentimen keagamaan sebagian besar rakyat Turki. 

Rakyat Turki pun terpecah menjadi dua komunitas, yaitu komunitas minoritas modern dan komunitas mayoritas konservatif. Yang akhirnya terjadi konflik sosial dan politik antara dua komunitas tersebut yang tidak pernah berhenti sejak diproklamasikannya negara Turki modern.

Dan dalam 'perjalanan' yang cukup panjang, kaum Islamis mulai beradaptasi dengan perubahan-perubahan di tingkat regional dan internasional, serta mampu meredam secara bijak atas gerakan anti Islamis. Pimpinan kaum Islamis tidak pernah menyerukan berdirinya negara Islam atau penerapan syariat Islam di Turki. Mereka menyadari seruan semacam itu hanya akan menjadi bumerang bagi mereka, karena tentu saja akan mendapat tantangan keras dari lembaga militer dan kaum sekuler radikal.


Lalu bagaimana dengan pemerintahan Erdogan? 

Beliau yang mengubah sistem parlementer ke dalam sistem presidensial, Pemilihan Umum untuk pertama kalinya untuk seorang presiden Turki dipilih langsung oleh rakyat. Erdogan menegaskan, beliau memiliki mandat rakyat untuk menjadi pemimpin yang aktif dan kuat.


Lalu jika pemerintahan Erdogan dikatakan berdasarkan Al-Qur'an, kenapa diangkat melalui pemilu? 

Selain alasan-alasan diatas, telah ada pula fatwa-fatwa para ulama masa kini yang membolehkan ikut serta dalam Pemilu dalam rangka berkontribusi mengubah rezim yang buruk sebisa mungkin. Dan juga dalam rangka memperkecil keburukan yang terjadi dalam Pemilu tersebut.

Wajib bagi kaum Muslimin di negara yang tidak berhukum dengan syariat Islam untuk mengerahkan usahanya dan apapun yang mereka mampu untuk berhukum dengan syariat Islam. Dan wajib pula bagi mereka untuk bersatu padu mendukung partai yang diketahui partai tersebut akan berhukum kepada hukum Islam.

Tentunya untuk mengembalikan ke sistem yang berbasis syariat Islam butuh proses dan tidak mudah. Erdogan membuat sistem baru presidensial yang menurutnya akan memungkinkan pengambilan keputusan secara cepat yang saat ini diperlukan dan tidak menimbulkan reaksi yang fatal..


Related Articles