Senin, 08 Agustus 2016

Hal Tersulit yang Setiap Orang Rasakan Adalah...

assamualaikum, pak mau tanya hal tersulit apa yang pernah anda rasakan?? ايفي بر ليانة صفا الترمدى


Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh.. pak? mudah-mudah typo :D

Sudah bukan rahasia lagi.. hal yang tersulit bagi setiap orang itu adalah ketika ditimpa ujian dan musibah. Namun, apapun bentuk ujian dan musibah yang kita terima, berat atau tidaknya sesungguhnya bukan orang lain yang menilai bukan orang luar yang mengukur. Hanya diri kita dan Allah sajalah yang bisa menilai dan mengukurnya. Dan sudah barang tentu penilaian dan ukuran ini tertakluk pada quwwatu tahammul (kekuatan menahan beban) yang ada pada diri kita. Dan sudah barang tentu pula quwwatu tahammul ini berbanding lurus dengan kekuatan iman yang ada dalam diri kita.

Dan kalau saya yang ditanya, saya tidak bisa mengkategorikan mana yang tersulit. Itu biar jadi bahan muhasabah bagi diri saya sendiri saja ya?

Salah satu hal keniscayaan bahwa didunia ini kematian itu sesuatu hal yang sudah pasti. Mungkin ada yang pernah merasakan ditinggalkan oleh seseorang karena kematian? Saya ingin berbagi disini, semoga dapat diambil pelajarannya.. contohnya ini --> https://muslimpathway.blogspot.co.id/2016/08/ketika-orang-yang-aku-cintai.html

Sulitnya adalah ketika harus meng-ikhlaskan saat itu juga, bukan tidak bisa.. namun tidak mudah. Karena yang terbayang saat itu adalah karena dia ga akan pernah kembali lagi.. dan mungkin tidak akan bertemu lagi.

Ada yang sampai terpuruk bahkan menyalahkan takdir, padahal tidak boleh demikian. Harusnya kematian itu dijadikan sebagai PENGINGAT, bahwa tugas kita di dunia ini masih belum selesai, sedangkan dia sudah menyelesaikan tugasnya di dunia ini, menyambut keabadian di kampung akhiratnya. Tugas kita selanjutnya adalah mendo'akannya dan berjuang dengan hidup kita sendiri agar berakhir dengan baik.

Semua sudah ditetapkan, ikhlas tidak ikhlas.. ketetapan Allah tidak akan berubah. Bahkan jika kita menyalahkan takdir, maka kita telah kufur. Semua memang sudah seharusnya di lepaskan, bukan kah kita hakikatnya memang tidak pernah memiliki apa apa dan juga tidak pernah memiliki siapa siapa, bukankah semua nya hanya titipan sementara?

Bersyukurlah jika 'sudah diperkaya' Allah oleh kesempatan mengalami peristiwanya, saya sudah tahu dan sudah mengenali rasa sakitnya. Kenapa terasa sakit? Itu disebabkan karena kita masih saja melawan dan terus melawan ketetapan-NYA.

Sudah memahami rasanya jungkir balik melawan rasa sakit ketika mencoba menahan peristiwa yang sudah seharusnya terjadi, hidup ini memang sudah seharusnya mengalir, 

Let it be, ikhlaskan.. terjadilah semua yang menjadi kehendak-Nya, setelahnya barulah kita memahami bahwa Ikhlas itu menenangkan bukan? Ilmu ikhlas ini berlaku untuk apapun :)


Related Articles