Jumat, 29 Juli 2016

Tafsir Surat An-Nahl: 92

kak mohon penjelasan dari an nahl 92. "dan janganlah kamu seperti perempuan yang menguraikan benanngnya yang sudah dipintal dengan kuat, menjadi tercerai berai kembali." assalamu'alaikun warahmatullahpengais ilmu


Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh, bismillah..

Dalam memahami ayat ini, salah satunya harus dibaca sampai selesai. Dimana Allah membuat perumpamaan bahwa orang yang menyalahi perjanjian adalah seperti orang yang mengurai pintalannya kembali setelah sebelumnya dia susun rapi dengan kuat.

"Dan janganlah kamu seperti seorang perempuan, yang menguraikan benangnya yang sudah dipintal dengan kuat, menjadi cerai berai kembali, kamu menjadikan sumpah (perjanjian)mu sebagai alat penipu di antaramu, disebabkan adanya satu golongan yang lebih banyak jumlahnya dari golongan yang lain. Sesungguhnya, Allah hanya menguji kamu dengan hal itu. Dan sesungguhnya, di hari kiamat, akan dijelaskan-Nya kepadamu apa yang dahulu kamu perselisihkan itu." – (QS.16 :92)

Dalam tafsir Ibnu Katsir, Mujahid menuturkan bahwa dahulu bangsa Arab Jahiliyah terbiasa bersumpah setia kepada komunitas dengan jumlah lebih besar dan kuat. Jika ada komunitas yang lebih besar dan kuat dari yang sebelumnya, mereka membatalkan sumpah setia mereka begitu saja seraya berpihak kepada kelompok yang lebih besar dan kuat. Islam melarang sikap demikian. (Al-Misbah, Al-Munir fi Tahzib Tafsir Ibnu Katsir, 1999: 588-589).

Ayat tersebut memerintahkan kaum muslim untuk menepati janji, seperti dalam Al-Qur'an surat Al-Isra ayat 34. Memenuhi janji adalah sifat orang yang beriman, orang beriman tidak pernah berjanji pada hal-hal yang tidak bisa mereka penuhi/tidak mereka lakukan. Hal inipun dikatakan dalam Al-Qur'an surat Ash-Shaff ayat 2-3:

"Hai orang-orang yang beriman, mengapa kamu mengatakan, apa yang tidak kamu perbuat? Amat besar kebencian di sisi Allah, bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tiada kamu kerjakan." – (QS. 61: 2-3)

Wallahu a'lam bisshawab.


Related Articles